Monitorberita.id, Lampung Timur – Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Lampung Timur sekaligus tokoh masyarakat, Azzoherri, menyayangkan adanya pemecatan terhadap empat relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Andaru yang berlokasi di Desa Sukadana Darat, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur.
Menurut Azzoherri, keberadaan SPPG dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sejatinya harus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, termasuk membuka kesempatan kerja bagi warga lokal.
"Saya sangat menyayangkan adanya pemecatan terhadap relawan yang merupakan warga asli Desa Sukadana Darat. Jangan sampai masyarakat yang sejak awal mendukung keberadaan program ini justru merasa dirugikan. Kalau memang ada persoalan, selesaikan dengan baik dan sesuai aturan, jangan asal pecat," tegas Azzoherri Kamis, (4/6/2026).
Ia menilai setiap keputusan yang menyangkut tenaga kerja maupun relawan harus dilakukan secara profesional dan mengedepankan prinsip kemanusiaan. Terlebih, para relawan tersebut telah ikut berkontribusi dalam mendukung pelaksanaan program pemerintah di daerah.
Azzoherri juga meminta pihak pengelola SPPG Andaru untuk membuka ruang komunikasi dengan para relawan yang diberhentikan agar tidak terjadi kesalahpahaman dan konflik berkepanjangan.
"SPPG ini berada di Sukadana Darat, maka keberadaan masyarakat seputaran setempat harus menjadi perhatian. Jangan sampai warga lokal yang telah bekerja dan mengabdi kemudian diberhentikan tanpa penjelasan yang jelas. Semua harus mengacu pada aturan yang berlaku," ujarnya.
Lebih lanjut, ia meminta pihak Badan Gizi Nasional (BGN), pemerintah daerah, dan instansi terkait untuk turun tangan melakukan evaluasi apabila ditemukan adanya pelanggaran prosedur dalam pemberhentian relawan.
"Program MBG adalah program strategis nasional Asta Cita dari Presiden Prabowo Subiyanto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Karena itu pelaksanaannya di daerah juga harus berjalan dengan baik, transparan, dan mengedepankan keadilan bagi masyarakat," kata Azzoherri.
Ia menegaskan apabila persoalan tersebut tidak segera diselesaikan dan tidak ada tindak lanjut yang jelas dari pihak terkait, dirinya siap membawa persoalan tersebut ke tingkat yang lebih tinggi agar mendapatkan perhatian pemerintah pusat.
"Saya berharap persoalan ini segera diselesaikan secara baik dan bijaksana. Apabila persoalan ini tidak diselesaikan dengan baik dan tidak ada tindak lanjut yang jelas dari pihak terkait, saya selaku Ketua IWO Lampung Timur akan menghadap langsung ke pemerintah pusat di Jakarta," pungkasnya.
Pewarta AM
