-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Diduga Tak Pernah Mengajar Selama 5 Tahun, Guru PJOK SMA N 1 Raman Utara Disorot, Kacabdin Janji Tindak Lanjut

5/20/2026 | 5/20/2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-20T12:50:14Z


Monitorberita.id, Metro — Dunia pendidikan di Kabupaten Lampung Timur kembali menjadi sorotan setelah muncul dugaan seorang guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SMA Negeri 1 Raman Utara tidak aktif mengajar selama bertahun-tahun.


Dugaan tersebut memicu perhatian publik lantaran dinilai menyangkut hak siswa dalam memperoleh pendidikan yang layak serta lemahnya pengawasan internal di lingkungan sekolah.


Dugaan ketidakaktifan seorang guru mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SMA Negeri 1 Raman Utara menjadi sorotan publik. Guru berinisial ES diduga tidak pernah menjalankan aktivitas mengajar selama kurang lebih lima tahun.


Informasi tersebut mencuat berdasarkan keterangan sejumlah alumni SMA Negeri 1 Raman Utara yang mengaku tidak pernah menerima pembelajaran PJOK dari guru berinisial ES selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut.


“Selama kami sekolah, tidak pernah diajar oleh guru tersebut,” ujar salah satu alumni saat dimintai keterangan.


Selain dugaan tidak aktif mengajar, muncul pula dugaan adanya pembiaran dalam pengawasan internal sekolah yang diduga terjadi selama pergantian kepemimpinan di SMA Negeri 1 Raman Utara. Dugaan pembiaran tersebut mengarah kepada dua kepala sekolah, yakni mantan kepala sekolah Tutut Zatmiko dan kepala sekolah saat ini Hartoyo.


Pembiaran yang diduga berlangsung selama bertahun-tahun itu pun dinilai patut dipertanyakan, mengingat kepala sekolah memiliki fungsi pengawasan dan tanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah.


Dugaan ini memunculkan pertanyaan terkait pelaksanaan tugas kedinasan, pengawasan internal sekolah, hingga kualitas layanan pendidikan di lingkungan SMA Negeri 1 Raman Utara.


Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Hartoyo selaku Kepala SMA Negeri 1 Raman Utara. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan tidak dapat ditemui. Konfirmasi yang disampaikan melalui aplikasi WhatsApp juga belum mendapatkan tanggapan.


Sementara itu, upaya konfirmasi terhadap mantan kepala sekolah Tutut Zatmiko juga masih diupayakan.


Menanggapi informasi tersebut, Indarti selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Lampung Wilayah V menyatakan akan menindaklanjuti dugaan tersebut dengan melakukan klarifikasi kepada pihak sekolah dan guru terkait.

Indiarti Kepala Cabdin Dinas Pendidikan Lampung Wilayah V


“Kami akan mengkonfirmasi informasi ini dan melakukan pemanggilan terhadap Kepala Sekolah, Bapak Hartoyo, serta guru terkait berinisial ES,” ujar Indarti saat dimintai tanggapan Rabu (20/5/2026).


Ia juga menegaskan, apabila dugaan tersebut terbukti benar, maka persoalan itu akan dilimpahkan kepada instansi terkait untuk diproses lebih lanjut.


“Jika itu terbukti, akan dilimpahkan ke Inspektorat dan BKD,” tegas Indarti.


Bahkan, Indarti mengaku pihaknya turut kecolongan apabila dugaan tersebut benar telah berlangsung selama bertahun-tahun.


“Kalau sudah sampai 5 tahun, ini kami kecolongan juga,” tambahnya.


Pemerhati pendidikan turut menilai persoalan tersebut sangat memprihatinkan apabila benar terjadi dalam dunia pendidikan. Menurutnya, seorang pendidik memiliki tanggung jawab utama dalam mencerdaskan peserta didik melalui proses pembelajaran yang aktif dan berkelanjutan.


Karena itu, dugaan guru yang tidak menjalankan tugas mengajar dalam waktu lama dinilai mencederai tujuan pendidikan serta hak siswa untuk memperoleh pembelajaran yang layak.


Sementara terkait dugaan pembiaran, hal tersebut juga berpotensi menjadi evaluasi pengawasan manajerial kepala sekolah dalam menjalankan tanggung jawab sebagai pimpinan satuan pendidikan.


Hingga berita ini dipublikasikan, pihak sekolah maupun guru berinisial ES belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut. Berita ini akan diperbarui apabila terdapat tanggapan dari pihak terkait.

Pewarta AM

×
Berita Terbaru Update