![]() |
| Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sapras) Dina Pendidikan Kota Metro, Didik Sujana, |
Monitorberita.id, Kota Metro — Di balik program revitalisasi sekolah yang diharapkan menjadi penopang kualitas pendidikan, muncul temuan yang kini menuntut jawaban serius. Bukan hanya di SDN 5 Metro Timur, awak media juga menemukan sampel serupa pada sejumlah proyek revitalisasi jenjang TK, SD, hingga SMP di Kota Metro, terkait ketebalan kerangka baja yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.
Temuan ini menjadi perhatian dan memunculkan pertanyaan mengenai kualitas material yang digunakan dalam pembangunan fasilitas pendidikan. Dinas Pendidikan Kota Metro pun menyatakan akan turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan. Kini, publik menanti pembuktian melalui pemeriksaan teknis yang transparan, demi memastikan anggaran negara benar-benar menghasilkan bangunan sekolah yang berkualitas dan aman bagi peserta didik.
Menanggapi berbagai temuan tersebut, Dinas Pendidikan Kota Metro melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sapras), Didik Sujana, menyatakan pihaknya tidak menutup mata dan berkomitmen melakukan pemeriksaan serta pengecekan ulang ke lokasi pekerjaan.
“Kami akan selalu cek dan cross-check ke bawah. Jika memang ada penyimpangan, kami akan memberikan teguran dan pembinaan agar proses pembangunan revitalisasi berjalan baik dan lancar. Perlu diingat kepala sekolah bukan pemborong, sehingga perlu kita bimbing dan arahkan,” ujar Didik Sujana kepada wartawan, Senin (26/10/2026).
Menurut Didik, pihaknya terbuka terhadap masukan maupun temuan yang disampaikan awak media. Ia mengakui keterbatasan waktu membuat dinas tidak dapat melakukan pemantauan setiap hari ke seluruh lokasi pembangunan.
Karena itu, ia berharap awak media turut berperan dalam mengawasi pelaksanaan revitalisasi sekolah. Informasi dan temuan di lapangan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi dinas untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai ketentuan.
Terkait langkah konkret menindaklanjuti temuan tersebut, Didik menyampaikan bahwa pihaknya berencana turun langsung ke lokasi pekerjaan dan melakukan pemeriksaan bersama pihak-pihak terkait.
“Kami akan turun ke lapangan, melakukan pengecekan, mengadakan rapat di lokasi bersama P2SP, kepala sekolah, dan pemangku kepentingan lain yang terlibat, untuk meminta keterangan serta melakukan verifikasi terhadap kebenaran temuan tersebut,” jelasnya.
Pemeriksaan ini menjadi penting mengingat temuan awak media tidak hanya menyoroti satu lokasi, tetapi juga mencakup sampel material pada sejumlah proyek revitalisasi sekolah jenjang TK, SD, dan SMP di Kota Metro.
Sebelumnya, awak media menyoroti ketebalan material kerangka baja di SDN 5 Metro Timur yang berdasarkan pengukuran awal menggunakan alat ukur atau sigmat terindikasi sekitar 0,6 milimeter. Sementara itu, spesifikasi teknis yang menjadi acuan disebut mensyaratkan ketebalan 0,75 milimeter.
Ketua Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SDN 5 Metro Timur, Agus Abadi, sebelumnya menyampaikan bahwa material yang digunakan merupakan baja merek Sunplus C75 yang dibeli melalui pemasok. Ia juga menyatakan bahwa pihak kejaksaan telah turun ke lokasi untuk melakukan pengukuran.
Dengan adanya temuan sampel serupa pada sejumlah proyek revitalisasi sekolah lainnya, Dinas Pendidikan Kota Metro diharapkan tidak hanya melakukan pengecekan secara administratif, tetapi juga memastikan pemeriksaan fisik material di lapangan. Apabila ditemukan ketidaksesuaian, langkah perbaikan harus dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
Publik kini menantikan realisasi komitmen tersebut, termasuk hasil pemeriksaan terhadap material kerangka baja yang digunakan dalam proyek revitalisasi TK, SD, dan SMP di Kota Metro. Keterbukaan hasil pemeriksaan menjadi penting agar kualitas pembangunan fasilitas pendidikan dan penggunaan anggaran negara dapat dipertanggungjawabkan.
Pewarta AM
