-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Jejak Aspirasi DPRD Dipertanyakan, Sapi Bantuan PDIP Diduga Digelapkan di Desa Ratna Daya

Rabu, 21 Januari 2026 | Januari 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-23T01:26:26Z

 

Ilustrasi 


‎Monitorberita.id, Lampung Timur – Program bantuan sapi aspirasi DPRD yang mengalir ke Desa Ratna Daya, Kecamatan Raman Utara, kini menjadi sorotan publik. Dari 10 ekor sapi hibah yang disalurkan pada tahun 2019, tiga ekor dilaporkan mati, menyingkap persoalan serius dalam pengelolaan bantuan ternak yang berasal dari lebih dari satu jalur politik.

‎Ketua Kelompok Tani penerima bantuan, Sukadi, membenarkan bahwa sapi yang dikelolanya merupakan hibah aspirasi DPRD dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melalui Paryoto. Ia menegaskan bahwa lokasi dan kelompok tani tempat dirinya mengelola sapi adalah kelompok penerima bantuan dari PDIP, bukan dari jalur lain.

‎“Yang di tempat saya itu bantuan dari PDIP,” tegas Sukadi Minggu (18/1/2025).

‎Sukadi menjelaskan, bantuan tersebut diberikan dalam bentuk hibah sapi dengan kondisi beragam, mulai dari sapi berukuran kecil hingga sapi doro (dewasa).

‎“Itu bentuknya hibah berbentuk sapi, ada yang kecil dan ada yang doro,” ujarnya.

‎Menurutnya, pengelolaan sapi dilakukan dengan sistem bergilir antaranggota kelompok tani. Namun dalam praktiknya, sistem tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sukadi mengaku justru harus menanggung beban lebih karena minimnya kesediaan anggota untuk merawat ternak bantuan.

‎“Itu bergilir, tapi saya sampai pegang dua ekor sapi, karena tidak ada anggota yang mau mengurus. Makanya sampai pusing,” ungkapnya.

‎Dalam perjalanan pengelolaan, tiga ekor sapi dilaporkan mati akibat penyakit. Hingga kini, tidak ada penjelasan rinci mengenai jenis penyakit maupun pendampingan kesehatan hewan yang diterima kelompok tani.

‎“Yang mati ada tiga ekor, karena penyakit,” tambah Sukadi.

‎Sementara itu, Kepala Desa Ratna Daya, Mujiono, membenarkan bahwa di desanya terdapat dua kelompok penerima bantuan sapi yang berasal dari jalur aspirasi politik berbeda.

‎“Di Desa Ratna Daya ada dua kelompok penerima bantuan sapi. Satu bantuan sapi dari PDIP melalui Pak Paryoto, dan satu lagi bantuan sapi dari PKB lewat Bu Rida,” jelas Mujiono Selasa (20/1/2026).

‎Keterangan ini memperjelas bahwa kelompok tani yang dikelola Sukadi secara khusus merupakan penerima bantuan aspirasi PDIP, sehingga persoalan kematian sapi tersebut melekat langsung pada pengelolaan hibah dari jalur tersebut.

Namun demikian, awak media yang melakukan penelusuran di lapangan menduga bahwa sapi bantuan tersebut tidak hanya mati, tetapi berpotensi telah hilang seluruhnya. Dugaan ini mencuat karena tidak ditemukannya sisa ternak, kandang aktif, maupun data mutakhir terkait keberadaan sapi bantuan, sehingga menimbulkan tanda tanya besar mengenai nasib keseluruhan sapi hibah tersebut.

‎Warga berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi serius bagi DPRD, partai pengusul, dan instansi teknis, agar bantuan aspirasi tidak berhenti pada penyerahan simbolik, melainkan disertai pengawasan, pendampingan, dan tanggung jawab yang jelas.

‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari dinas peternakan terkait evaluasi kesehatan ternak maupun tindak lanjut atas kematian sapi hibah tersebut.

‎Pewarta AM

×
Berita Terbaru Update