Monitorberita.id, Lampung Tengah – Persoalan belum dibayarkannya jasa pelayanan (jaspel) BPJS dan umum bagi tenaga kesehatan (nakes) di lingkungan RSUD Demang Sepulau Raya (DSR) Lampung Tengah akhirnya mendapat penjelasan resmi dari manajemen rumah sakit.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD DSR Lampung Tengah, dr. Adi Sakti Putra Tangkari, M.M., Sp.PA, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus permohonan maaf kepada seluruh nakes dan pegawai atas keterlambatan pembayaran jaspel yang terjadi sejak bulan Maret, April, hingga Mei 2025.
Ia menjelaskan, saat dirinya mulai mengemban amanah sebagai Plt Direktur RSUD DSR terhitung sejak 26 Juni 2025, kondisi rumah sakit berada dalam keadaan defisit anggaran serta menghadapi berbagai persoalan serius, baik dari sisi administrasi, keuangan, hingga sistem pelayanan.
“Kalau diartikan, saya menerima amanah dalam kondisi gumpalan benang kusut. Namun itu bukan alasan untuk menghindar dari tanggung jawab. Justru ini tantangan yang harus saya hadapi untuk membenahi RSUD DSR secara perlahan,” ujar dr. Adi, Kamis (22/1/2026).
Menurutnya, setelah mempelajari kondisi internal rumah sakit, dirinya dihadapkan pada pilihan sulit: apakah fokus mengurai persoalan lama yang kompleks namun berisiko mengganggu pelayanan berjalan, atau mengambil langkah cepat memperbaiki sistem agar pelayanan kepada masyarakat tetap stabil.
“Saya harus memilih. Jika seluruh energi dihabiskan untuk mengurai persoalan lama, maka persoalan baru bisa ikut kusut. Maka langkah yang saya ambil adalah memastikan sistem pelayanan tetap berjalan, sambil perlahan membenahi permasalahan yang ada,” ungkapnya.
Ia mengibaratkan kebijakan tersebut seperti memotong gumpalan benang kusut, agar benang baru yang datang dapat tertata rapi. Sementara persoalan lama akan diurai secara bertahap sesuai kemampuan dan aturan yang berlaku.
“Apapun konsekuensinya, dengan niat mengabdi yang tulus, saya harus memastikan roda pelayanan RSUD DSR tetap berjalan dengan baik dan benar sesuai aturan,” tegasnya.
Terkait jaspel yang belum terbayarkan, dr. Adi menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak diabaikan, melainkan menjadi bagian dari prioritas pembenahan yang sedang diupayakan manajemen.
Ia pun meminta seluruh pihak, khususnya tenaga kesehatan dan pegawai, untuk bersabar serta memberikan dukungan agar proses perbaikan dapat berjalan maksimal.
“Saya mohon doa dan support agar saya dapat mengurai seluruh persoalan di tubuh RSUD DSR, termasuk jaspel yang belum terealisasi. Amanah ini sangat berat, namun demi Allah saya akan menjaga kepercayaan pimpinan dan mengabdikan diri untuk masyarakat Lampung Tengah,” pungkasnya.
